ciosociety,CIO,ecorp,indonesia cio,indonesia ecorp,e-corp,Society,IT,komputer,computer,system,sistem informasi,informasi

Melambung Tinggi dengan TI

Agar selalu menjadi yang terdepan, sudah saatnya perusahaan-perusahaan menyinergikan penggunaan TI dengan tujuan dan kebutuhan bisnis. Butuh dukungan tim TI yang cerdas dan mumpuni.

Harmanto Edy Djatmiko

Gelombang keraguan terhadap fenomena Internet yang pernah meluluhlantakkan bisnis dotcom di seluruh dunia, dijawab secara elegan oleh Chris Anderson. Pada Oktober 2004, Pemimpin Redaksi Majalah Wired ini menulis artikel berjudul The Long Tail di majalah yang dipimpinnya itu. Dua tahun kemudian, tepatnya 11 Juli 2006, artikel itu dibukukan dengan judul yang sama – dan langsung menjadi buah bibir, serta dinilai sebagai salah satu pemikiran bisnis paling berpengaruh di zaman ini.

Sebagian besar Anda mungkin sudah membacanya. Sekadar mengingatkan, Chris ingin menandaskan bahwa apabila diterapkan secara cerdas, pengaruh teknologi informasi (TI), khususnya Internet, bisa sangat luar biasa. Berlawanan dengan arus besar pemikiran bisnis masa kini, Chris justru menunjukkan, masa depan dunia bisnis bukan lagi bertumpu pada produk yang paling laku (populer) di pasar, melainkan pada produk yang sebelumnya mungkin dianggap gagal (nonpoluler) karena tak mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan “hajat hidup orang banyak”.

Chris melukiskan suatu model ekonomi Ekor Panjang (The Long Tail) bahwa kalau ditotal, minat pelanggan terhadap produk nonpopuler bisa bersaing bahkan melebihi produk populer. Bisnis perbukuan dunia dirombak total oleh Amazon; bisnis rekaman diubah oleh iTunes dan Rhapsody; bisnis rental DVD diubah oleh NetFlix. Transformasi sedang berlangsung dan tak lama lagi bakal merasuki bidang-bidang yang sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Ke mana pun mata melihat, kita bakal tertumbuk pada toko-toko berukuran sedang atau bahkan kecil, produk-produk khusus, serta judul-judul unik. Fenomena ini sebentar lagi menjadi suatu kekuatan yang secara kumulatif amat dahsyat. Inilah yang disebut Si Ekor Panjang itu.

Semua itu, sekali lagi, diniscayakan oleh Internet yang mampu menawarkan pilihan nyaris tanpa batas kepada konsumen di seluruh dunia. Sesungguhnya fenomena Ekor Panjang ini sekaligus memungkinkan siapa pun untuk menggali peluang besar yang menyeruak di mana-mana: bagi para produsen baru, pasar-pasar baru, juga para taste maker baru. Dan itu berlaku di semua bidang industri. Dari industri entertainment, periklanan, makanan, fashion, otomotif, perabotan dapur, sampai industri mainan anak-anak.

Yang jelas, agar bisa mengambil bagian dalam ekonomi Ekor Panjang itu, tiap pelaku harus menguasai kaidah dan aturannya. Dan, salah satu aturan terpenting adalah pemahaman yang mendalam atas kebutuhan dan kepuasan seperti apa yang ingin dinikmati pelanggan, kendati pelanggan itu barangkali hanyalah berupa pasar ceruk (niche market) yang teramat sempit. Namun, kalau digabungkan, ceruk-ceruk ini pun bisa menjelma menjadi skala pasar yang besar.

Sebagai perangkat bisnis alias tool, TI memang semakin membuka kemungkinan baru bagi para pemilik dan pengelola perusahaan melakukan banyak hal untuk mengembangkan bisnis mereka. Karena itu, di zaman sekarang, TI merupakan suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin maju dan berdaya saing tinggi. Artinya pula, agenda utamanya adalah bagaimana agar TI mampu memberikan value yang setinggi-tingginya (value creator) buat perusahaan yang memanfaatkannya. Maka, menjadi tugas pengelola perusahaan untuk menyinergikan penggunaan TI dengan tujuan dan kebutuhan bisnis.

Berdasarkan pemikiran tersebut, melalui pemilihan The Best e-Corp yang sudah berlangsung dua kali ini, SWA kembali mengundang perusahaan-perusahaan di Indonesia yang dinilai berhasil menerapkan TI untuk pengembangan bisnisnya agar bersedia menominasikan diri. Dan, mereka yang berani maju ternyata nama-nama terkemuka di bidang industrinya masing-masing. Mereka berani bertarung di ajang ini karena telah membuktikan bahwa TI mampu di-leverage hingga menjadi urat nadi bisnis mereka. Akan tetapi, yang keluar sebagai pemenang di ajang ini tentu saja mereka yang mampu memanfaatkan TI secara istimewa (excellent) alias di atas rata-rata.

Selain memilih 25 Penerap Sistem TI Terbaik, SWA juga memilih 10 Tim TI Terbaik. Pemilihan Tim TI Terbaik ini termasuk krusial, sebab meskipun perkembangan TI semakin canggih, dengan uang segala kecanggihan itu bisa dibeli. Yang terpenting justru bagaimana agar kreativitas dan inovasi senantiasa merebak di belakang TI tersebut. Di sinilah pentingnya dukungan sumber daya manusia atau Tim TI yang cerdas dan mumpuni. Idealnya, the men behind the IT inilah yang diharapkan selalu sigap menerjemahkan kecanggihan teknis menjadi keunggulan bisnis.

Sudah menjadi tradisi SWA, melalui pemilihan The Best e-Corp ini kami menampilkan best practice perusahaan yang berhasil menerapkan sistem TI di sejumlah bidang industri. Juga, ditampilkan sejumlah Tim TI terbaik untuk membuka rahasia sukses mereka. Sudah selayaknya kita bangga dan memberikan penghargaan yang tinggi atas kesediaan perusahaan-perusahaan pilihan ini untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada perusahaan-perusahaan lain.

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Save/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats