Archive for the ‘IT Best Practices’ Category

Bisa Bikin Sendiri, Mengapa Harus Beli Mahal?

Untuk mendukung kegiatan proses bisnis (office) dan penyiaran (broadcast), Trans Corporation memilih mengembangkan sistem sendiri. Selain lebih hemat biaya, apa lagi manfaatnya?

Bisnis media televisi (free-to-air) merupakan industri yang unik dan kompleks. Pasalnya, berbeda dari industri lainnya — di mana konsumen merupakan pembeli (buyer) sekaligus pihak yang mengonsumsi produknya) — dalam industri media televisi terdapat dua konsumen: konsumen pemirsa (audience) dan konsumen pengiklan (advertiser).

Karyawan Cerdas Perusahaan pun Kuat

Demi meningkatkan pengetahuan karyawannya dan mengantisipasi fenomena pembajakan SDM terampil yang dimilikinya, Astra Graphia mengembangkan sistem Knowledge Management. Bagaimana liku-likunya dan apa benefit yang sudah dirasakan?
Sebuah kredo bisnis menyebutkan bahwa salah satu kunci untuk memenangi persaingan adalah kekuatan dari karyawan yang cerdas (knowledge worker). Logikanya, semakin cerdas karyawan di perusahaan, semakin mudah pula perusahaan menghadapi perubahan dan memenangi kompetisi.

Jurus Efisiensi Raja Shipbuilder Dunia

Di usia relatif muda, Hyundai Heavy Industries Inc. mampu meraih predikat sebagai pembuat kapal (shipbuilder) nomor wahid di dunia. Bagaimana gajah bisnis asal Korea Selatan ini bertahan di tengah terpaan resesi global yang menciutkan pasar shipbuilding?

Di masa kolonialisme, yang dikenal sebagai para pelaut ulung adalah bangsa-bangsa Eropa, semisal Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Prancis. Dengan keterampilan dan dukungan teknologi perkapalan kala itu, berabad-abad mereka mampu menguasai dunia pelayaran internasional. Namun di era modern sekarang, siapakah penguasa teknologi perkapalan dan produsen kapal laut berbobot raksasa yang melayari samudra luas itu?

Cara Jembrana Menjadi Digital City

Meski relatif miskin sumber daya alam, Kabupaten Jembrana mampu menjadi digital cityyang kini menjadi rujukan daerah lain. Berbagai layanan canggih — seperti yang dirasakan warga negara-negara maju — sudah bisa dinikmati warga Jembrana. Salah satu kunci utama keberhasilannya: gotong-royong.

“Biar tidak kaya, yang penting inovatif dan kreatif.” Prinsip ini sepertinya dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana. Betapa tidak, hingga tahun 2000, Jembrana tak lebih dari sebuah perlintasan arus wisatawan domestik dari Pulau Jawa menuju Denpasar. Jembrana tak memiliki sumber daya alam dan objek wisata yang menonjol. Tak mengherankan, dengan PAD Rp 2,3 miliar per tahun beberapa tahun lalu itu, Jembrana merupakan kabupaten dengan PAD terendah di antara 8 kabupaten dan kota di Bali.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats